Profil Perusahaan
PT. BPR RAKYAT MANDIRI
Sejarah Perusahaan
PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Rakyat Mandiri, berkedudukan di Baubau, Sulawesi Tenggara. Awal pendirian dengan nama PT. Bank Perkreditan Rakyat Mustika Utama Baubau, dengan Akta Notaris No.21 di Kendari tanggal 13 Maret 2003, dan telah di perbarui kembali dengan Akta Notaris No.17 tanggal 11 Februari 2006. Akta pendirian Perseroan Terbatas telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia masing masing Nomor: C-18588 HT.01.01. Tahun 2003 tertanggal 7 Agustus 2003 dan Nomor: C-10419 HT.01.04 Tahun 2006 tertanggal 12 April 2006. Kemudian di rubah dalam berita acara rapat Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Keraton No.28 tanggal 10 November 2008 di kota Baubau dan di ubah lagi menjadi PT. Bank Perkreditan Rakyat Sejahtera sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan HakAsasi Manusi Republik Indonesia Nomor AHU-00908.AH.01.02 Tahun 2012 tentang persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan di Jakarta Pada tanggal 06 Januari 2012 dan di resmikan menadi PT. BPR Rakyat Mandiri tanggal 30 Januari 2013.
Dan pada tanggal 03 Juni 2021 dilakukan Marger antara PT. BPR Sejahtera Kendari dan PT BPR Sejahtera Baubausekaligus perubahan nama menjadi PT. BPR Rakyat Mandiri dengan Kantor Pusat di Baubau dan kantor Cabang Kendari.
Perubahan Nomenklatur
Berdasarkan : Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahun 2024 tanggal 25 April 2024 Akta Perubahan Anggaran Dasar Nomor 18 tanggal 25 April 2024 Persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Menkum HAM Nomor AHU-0026220.AH.01.02 Tahun 2024 tanggal 06 Mei 2024 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Dengan ini mengumumkan perubahan nomenklatur perseroan sebagai berikut : PT BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) RAKYAT MANDIRI menjadi PT BANK PEREKONOMIAN RAKYAT RAKYAT MANDIRI disingkat PT BPR RAKYAT MANDIRI
VISI
Menjadi BPR Sehat, Kompetif Dan Berdaya Saing.
MISI
Peningkatan kinerja melalui ekosistem yang terintegrasi, adaptif dan resilien.
Digitalisasi, perluasan akses dan kemudahan layanan perbankan.
Inovasi produk dan kolaborasi serta konektivitas dengan lembaga keuangan lainnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.